Prof. Arif Satria: Terobosan Varietas Tanaman UMI Membuka Peluang Besar bagi Kemandirian Pangan Nasional

MAKASSAR, umi.ac.id – Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Arif Satria, menyampaikan apresiasi terhadap capaian riset Universitas Muslim Indonesia (UMI), khususnya pengembangan varietas tanaman baru yang dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung agenda kemandirian pangan nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Arif Satria saat menjadi pembicara utama pada International Conference Pascasarjana UMI 2026 yang berlangsung di Auditorium Al-Jibra Universitas Muslim Indonesia, Senin (8/6/2026). Forum internasional tersebut dihadiri akademisi, peneliti, praktisi, pimpinan perguruan tinggi, mitra industri, serta peserta dari berbagai negara.

Menurut Prof. Arif Satria, Indonesia membutuhkan semakin banyak inovasi berbasis riset yang mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat, termasuk dalam sektor pangan yang menjadi salah satu prioritas strategis pembangunan nasional.

“Terobosan varietas tanaman yang dikembangkan oleh peneliti Universitas Muslim Indonesia merupakan langkah yang sangat positif. Inovasi seperti ini membuka peluang besar bagi penguatan kemandirian pangan nasional sekaligus menunjukkan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat,” ujar Prof. Arif Satria.

Ia menegaskan bahwa masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kekayaan sumber daya alam, tetapi juga oleh kemampuan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi yang mampu meningkatkan produktivitas, daya saing, dan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki posisi strategis sebagai pusat pengembangan pengetahuan yang mampu menjembatani kebutuhan masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah melalui riset yang aplikatif dan berdampak.

“UMI memiliki peluang besar untuk menjadi pusat kolaborasi ilmu pengetahuan di kawasan Indonesia Timur dengan memperkuat budaya riset, memperluas jejaring internasional, dan mengembangkan penelitian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Muslim Indonesia, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H., menegaskan bahwa penguatan budaya riset dan inovasi merupakan salah satu prioritas utama pengembangan UMI dalam menyongsong masa depan pendidikan tinggi yang semakin kompetitif dan dinamis.

Menurutnya, perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang kompeten atau publikasi ilmiah yang banyak, tetapi harus mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

“UMI tidak ingin hanya menjadi penghasil ijazah. UMI ingin menjadi penghasil solusi. Ukuran keberhasilan universitas bukan hanya jumlah lulusan atau publikasi, tetapi sejauh mana ilmu pengetahuan mampu menyelesaikan persoalan masyarakat,” tegas Prof. Hambali.

Memasuki usia ke-72 tahun, UMI terus memperkuat transformasi sebagai perguruan tinggi yang adaptif, inovatif, dan berdampak melalui pengembangan riset, hilirisasi inovasi, kolaborasi internasional, serta percepatan transformasi digital kampus.

Hingga Juni 2026, UMI telah mencatat berbagai capaian penting dalam bidang kekayaan intelektual dan inovasi, di antaranya:

* 85 permohonan paten,

* 45 paten granted,

* 511 hak cipta terdaftar,

* 2 merek terdaftar,

* serta 1 Perlindungan Varietas Tanaman yang saat ini memasuki tahap pelepasan varietas.

Bagi Prof. Hambali, capaian tersebut bukan sekadar angka statistik, melainkan indikator tumbuhnya budaya inovasi di lingkungan kampus.

“Paten yang baik bukanlah paten yang tersimpan di lemari. Paten yang baik adalah paten yang bekerja, digunakan, dan memberi manfaat bagi masyarakat. Karena itu, kami terus mendorong agar hasil-hasil penelitian UMI dapat berkembang menjadi teknologi tepat guna, produk inovatif, perusahaan rintisan berbasis kampus, maupun solusi yang menjawab kebutuhan bangsa,” ujarnya.

Sebagai salah satu perguruan tinggi terbesar di kawasan Indonesia Timur, UMI juga menjadikan berbagai potensi wilayah timur Indonesia sebagai basis pengembangan inovasi masa depan, mulai dari sektor kelautan, biodiversitas tropis, pangan, energi hijau, industri halal, ekonomi syariah, hingga kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).

Dalam forum tersebut, UMI juga menegaskan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi strategis bersama BRIN pada berbagai bidang prioritas nasional, termasuk pengembangan pusat riset halal, teknologi kelautan, pangan tropis, energi terbarukan, transformasi digital, serta penguatan ekosistem inovasi berbasis kebutuhan masyarakat.

Rektor UMI bahkan menawarkan gagasan besar menjadikan kampus sebagai Living Laboratory Indonesia Timur, yaitu ruang kolaboratif yang mempertemukan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, nilai-nilai keislaman, dan kebutuhan masyarakat dalam satu ekosistem yang saling menguatkan.

Selain menjadi forum ilmiah internasional, International Conference Pascasarjana UMI 2026 merupakan bagian dari rangkaian Milad ke-72 Universitas Muslim Indonesia, yang tahun ini mengusung semangat memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan berkelanjutan, kemajuan ilmu pengetahuan, dan kemaslahatan umat.

Konferensi tersebut menghadirkan akademisi dan peneliti dari berbagai negara, termasuk Jepang, Korea Selatan, Malaysia, India, Belanda, Spanyol, dan Indonesia, sekaligus menjadi momentum penting memperluas jejaring akademik global UMI.

Menutup sambutannya, Prof. Hambali Thalib menegaskan bahwa masa depan perguruan tinggi akan ditentukan oleh kemampuannya membaca perubahan, membangun kolaborasi, dan menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Jika BRIN adalah lokomotif riset nasional, maka UMI siap menjadi salah satu gerbong inovasi Indonesia Timur yang bergerak pada rel yang sama, yaitu menghadirkan ilmu pengetahuan yang berdampak bagi kemajuan bangsa, kemanusiaan, dan masa depan Indonesia,” pungkasnya.

Melalui International Conference Pascasarjana 2026, UMI kembali menegaskan posisinya sebagai Kampus Ilmu dan Ibadah, Kampus Perjuangan dan Pengabdian, serta Kampus Bereputasi dan Berdampak yang terus memperluas kolaborasi global untuk melahirkan riset, inovasi, dan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan dunia.

(HUMAS)

INTERNATIONAL CONFERENCE ON SUSTAINABLE DEVELOPMENT AND ITS IMPACT IN ASEAN AND GLOBAL CONTEXT

 

🌍 INTERNATIONAL CONFERENCE ON SUSTAINABLE DEVELOPMENT AND ITS IMPACT IN ASEAN AND GLOBAL CONTEXT 🌍
Holistic Spectrum within Integralistic Development

Keynote Speech :
Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si. (Head of BRIN (National Research and Innovation Agency))

Welcoming Speech :
1. Prof. Dr. H. La Ode Husen, SH., M.Hum. (Director of Postgraduate UMI)
2. Dr. Wasis Susetio, S.H., M.H., M.A. (Chairman of ALNG)

Guest Speaker :
1. Prof. Dr. Sybe De Vries (Utrecht University)
2. Dr. Gautam Kumar Jha (Jawaharlal Nehru University India)
3. Prof. Bambang Rudyanto (Wako University Tokyo)
4. Prof. Dr. Jady Zaidi Hassim (University Kebangsaan Malaysia)
5. Prof. Kazuma Ogawa, Ph.D. (Kanazawa UniversityJapan)
6. Prof. Dr. Sihong Kim (Specialist of Development Cooperation Policy Korea)
7. Prof. Jose Maria De Dios Marcer (Universidad Automata De Barcelona)

📅 Monday, June 8, 2026
📍 AUDITORIUM AL JIBRA Kampus II Universitas Muslim Indonesia

📱 Info: 0812 6006 9263
📷 Scan QR di flyer untuk daftar!

Prof. Hambali Thalib: Dosen UMI Harus Siap Jadi Imam di Kampus dan di Tengah Masyarakat

Makassar, umi.ac.id — Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menegaskan jati dirinya sebagai kampus ilmu dan ibadah melalui penyelenggaraan Pelatihan Imam Rawatib bagi Dosen Struktural yang dilaksanakan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengembangan Karakter dan Dakwah (PKD) UMI, Selasa, 28 April 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Prof. Masrurah Mokhtar, UPT PKD UMI, Lantai 1 Masjid Umar bin Khattab, Kampus II UMI ini diikuti oleh 26 dosen yang merupakan pejabat struktural dari berbagai fakultas di lingkungan UMI.

Pelatihan tersebut dibuka langsung oleh Rektor UMI, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H., didampingi Kepala UPT PKD UMI, Dr. H. Andi Darmawansyah, S.Ag., M.Ag., serta Ketua Panitia, Dr. H. Agussalim Beddu Malla, Lc., M.A.

Dalam arahannya, Rektor UMI menegaskan bahwa peran dosen di UMI tidak berhenti pada ruang kelas, tetapi harus hadir sebagai figur teladan di tengah masyarakat.

“Dosen UMI harus siap menjadi imam, bukan hanya di kampus, tetapi juga di tengah masyarakat. Karena masyarakat melihat kita bukan hanya sebagai pengajar, tetapi sebagai panutan,” tegas Prof. Hambali.

 

Menurutnya, pelatihan imam rawatib ini bukan sekadar kegiatan keagamaan, tetapi bagian dari strategi besar UMI dalam menjaga identitasnya sebagai lembaga pendidikan dan dakwah.

“Ini bukan sekadar pelatihan, tetapi bagian dari upaya menjaga ruh UMI sebagai lembaga pendidikan dan dakwah. Dakwah itu tidak selalu dengan ceramah, tetapi dengan kesiapan kita hadir dan memimpin,” lanjutnya.

Rektor UMI menekankan bahwa kemampuan menjadi imam rawatib adalah bentuk konkret dari pengabdian sivitas akademika kepada umat.

Menurutnya, dosen UMI harus mampu menghadirkan bacaan yang baik, pemahaman ibadah yang benar serta kekhusyukan yang dirasakan jamaah

“Kita ingin dosen UMI bukan hanya benar dalam bacaan, tetapi mampu menghadirkan ketenangan dan kekhusyukan bagi jamaah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia, Dr. H. Agussalim Beddu Malla, Lc., M.A., menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program berkelanjutan UPT PKD UMI dalam membangun karakter keislaman sivitas akademika.

Ia menjelaskan bahwa berbagai program telah dilaksanakan secara konsisten, seperti pelatihan penyelenggaraan jenazah, pelatihan khatib, pelatihan barasanji hingga pelatihan imam rawatib

“Dosen UMI tidak hanya bertugas sebagai pengajar, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dan sosial dalam mendukung visi UMI sebagai lembaga pendidikan dan dakwah,” ungkapnya.

Menurutnya, kemampuan menjadi imam juga merupakan bagian dari kepemimpinan seorang muslim, baik dalam keluarga maupun dalam masyarakat.

Pelatihan ini menghadirkan empat narasumber, yaitu Dr. KH. M. Ishaq Shamad, M.A., Dr. H. Yusri Muhammad, Lc., M.A., Dr. H. Andi Darmawansyah, S.Ag., M.Ag. dan Dr. H. Agussalim Beddu Malla, Lc., M.A.

Melalui kegiatan ini, UMI kembali menegaskan komitmennya dalam membentuk sumber daya manusia yang berilmu amaliah, beramal ilmiah dan berakhlakul karimah serta mampu menghadirkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan nyata.

Pelatihan ini menjadi bukti bahwa UMI tidak hanya fokus pada penguatan akademik, tetapi juga membangun kekuatan spiritual dan karakter kepemimpinan umat. Karena bagi UMI Menjadi dosen bukan hanya tentang mengajar ilmu… tetapi tentang memimpin, membimbing, dan memberi arah bagi kehidupan umat.

(HUMAS)

International Conference on Sustainable Development and Its Impact in ASEAN and Global Context

CALL FOR PAPERS

International Conference on Sustainable Development and Its Impact in ASEAN and Global Context

“Holistic Spectrum within Integralistic Development”

We cordially invite academics, researchers, practitioners, and policymakers to submit their original research papers to the International Conference on Sustainable Development and Its Impact in ASEAN and Global Context, to be held on June 8, 2026, at the Postgraduate Program, Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar, Indonesia.

This conference aims to advance scholarly discourse and foster interdisciplinary collaboration in addressing critical challenges related to sustainable development across ASEAN and the global landscape. By adopting a holistic and integralistic perspective, the conference seeks to bridge theoretical frameworks and practical implementations across diverse sectors.


Aims and Scope

The conference welcomes high-quality submissions addressing, but not limited to, the following themes:

  • Sustainable Development Goals (SDGs) in regional and global contexts

  • Public policy, governance, and institutional development

  • Economic resilience and inclusive growth

  • Law, society, and sustainable development

  • Technological innovation and digital transformation

  • Environmental sustainability and climate action

  • Education, human capital, and social transformation

  • Multidisciplinary and integrative research approaches


Publication Opportunities

All accepted papers will be published in international journals indexed by Copernicus, with selected high-quality papers considered for publication in Scopus-indexed journals, subject to additional review and editorial processes.


Important Dates

  • Call for Papers Opens: April 01, 2026

  • Abstract Submission Deadline: April 15, 2026

  • Notification of Abstract Acceptance: April 25, 2026

  • Full Paper Submission Deadline: April 30, 2026

  • Notification of Full Paper Acceptance: April 30, 2026

  • Early Bird Registration Deadline: April 30, 2026

  • Regular Registration Deadline: May 10, 2026

  • Conference Date: June 08, 2026


Registration Fees

International Participants:

  • Presenter: USD 40 (Early Bird) | USD 50 (Regular)

  • Student Presenter: USD 25 (Early Bird) | USD 30 (Regular)

Domestic Participants (Indonesia):

  • Presenter: IDR 900,000 (Early Bird) | IDR 1,000,000 (Regular)

  • Participant (All Categories): IDR 250,000 (Early Bird) | IDR 300,000 (Regular)

  • Student Presenter: IDR 400,000 (Early Bird) | IDR 500,000 (Regular)


Why Participate?

  • Present your research at an international academic forum

  • Engage with leading scholars and global experts

  • Expand your international research network

  • Gain opportunities for reputable journal publication

  • Contribute to advancing sustainable development discourse


Submission & Contact

For submission guidelines, registration, and further information, please contact:
WhatsApp: +6281260069263
DOWNLOAD TEMPLATE

UMI Tuan Rumah Sosialisasi Akreditasi dan Penguatan Mutu Prodi Keteknikan

Universitas Muslim Indonesia (UMI) mendapat kepercayaan dari Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) Teknik Persatuan Insinyur Indonesia (PII), menjadi tuan rumah Sosialisasi Akreditasi dan Penguatan Mutu Program Studi Keteknikan Menuju Unggul 2026.

Sosialisasi ini merujuk pada Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Permendiksaintek) Nomor 39 Tahun 2025.

Berlangsung di lantai 5 Myko Hotel & Convention Center, Jl Boulevard, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis-Jumat (23-24/4/2026).

Sosialisasi dikuti 150 peserta dari perguruan tinggi se-Pulau Sulawesi ini, juga dihadiri Sekretaris Komite Eksekutif LAM Teknik, Prof Ir Meilana Dharma Putra.

Pada kegiatan itu, Prof Ir Meilana Dharma Putra juga didapuk sebagai narasumber yang akan memaparkan terkait kebijakan dan gambaran umum.

Sementara dari petinggi UMI, hadir Rektor Prof Dr H Hambali Thalib sekaligus membuka acara, Wakil Rektor II, Prof Dr H Zakir Sabara, Wakil Rektor IV, Dr KH M Ishaq Shamad dan Dekan FTI UMI Prof Dr Ir Andi Suryanto.

Dalam sambutannya, Prof Hambali Thalib, mengatakan, kegiatan sosialisasi ini bukanlah pertemuan formal belaka, melainkan upaya dalam membangun ekosistem pendidikan keteknikan Indonesia.

“Oleh karena itu, izinkan saya menegaskan sejak awal, bahwa UMI tidak sekedar menjadi tempat penyelenggaraan, tetapi InsyaAllah, menjadi bagian ekosistem besar dalam peningkatan mutu pendidikan keteknikan nasional,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan Prof Hambali, kepercayaan yang diberikan LAM Teknik PII kepada UMI sebagai tuan rumah, bukan sekedar kehormatan.

Tetapi juga, menjadi tanggung jawab moral akademik yang harus dijaga UMI dengan kesungguhan.

UMI berkomitmen membangun mutu pendidikan yang konsisten melalui kejujuran akademik dengan memastikan setiap lulusan tidak hanya layak di atas kertas, tapi siap menjawab setiap tantangan zaman.

“UMI memiliki komitmen kuat terhadap penjaminan mutu, karena bagi kami akreditasi bukan sekedar administrasi, tetapi budaya mutu yang harus hidup dalam setiap proses akademik,” jelasnya.

Komitmen menghidupkan mutu pendidikan lanjut Prof Hambali, akan terus tumbuh seiring dengan misi UMI yang mengintegrasikan ilmu dan nilai-nilai keislaman.

Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul LAM Teknik PII Percayakan UMI Tuan Rumah Sosialisasi Akreditasi dan Penguatan Mutu Prodi Keteknikan, https://makassar.tribunnews.com/kampus/1835645/lam-teknik-pii-percayakan-umi-tuan-rumah-sosialisasi-akreditasi-dan-penguatan-muti-prodi-keteknikan.
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Alfian

Prof Hambali Thalib: Silaturahim dengan UNWAHAS Semarang Adalah Energi Peradaban Dari UMI, Kita Perkuat Sinergi Perguruan Tinggi Islam untuk Masa Depan Bangsa

Prof Hambali Thalib: Silaturahim dengan UNWAHAS Semarang Adalah Energi Peradaban Dari UMI, Kita Perkuat Sinergi Perguruan Tinggi Islam untuk Masa Depan Bangsa

 

 

Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menegaskan perannya sebagai pusat kolaborasi strategis perguruan tinggi Islam di Indonesia melalui penerimaan kunjungan silaturahim dan benchmarking kelembagaan dari Universitas Wahid Hasyim (UNWAHAS) Semarang, Selasa (21/4), di Ruang Rapat Senat Lantai 9 Menara UMI.

Kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum penting untuk mempererat hubungan kelembagaan sekaligus memperkuat pertukaran gagasan, praktik terbaik, dan arah pengembangan perguruan tinggi Islam yang adaptif, inklusif, dan berdaya saing global.

Delegasi UNWAHAS hadir secara lengkap, terdiri atas Ketua dan Wakil Ketua Yayasan, Rektor dan Wakil Rektor II, serta dekan dari Fakultas Kedokteran dan Fakultas Teknik. Dari pihak UMI, kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI, Ketua Pengurus Yayasan Wakaf UMI, Rektor beserta jajaran Wakil Rektor, Dekan Fakultas Kedokteran, Dekan Fakultas Teknologi Industri, serta Ketua Lembaga Penjaminan Mutu.

Suasana pertemuan berlangsung hangat, penuh keakraban, dan sarat nilai kekeluargaan, mencerminkan hubungan historis yang telah lama terbangun antara kedua institusi. Kunjungan ini juga merupakan kunjungan balasan atas lawatan delegasi UMI ke UNWAHAS Semarang beberapa bulan lalu, sekaligus memperkuat kesinambungan kolaborasi yang terarah dan berkelanjutan.

Rektor UMI: Kolaborasi Adalah Gerakan Peradaban, Bukan Sekadar Program

Rektor UMI, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H., menegaskan bahwa silaturahim akademik memiliki makna strategis yang jauh melampaui agenda kelembagaan formal.

“Silaturahim ini bukan sekadar kunjungan institusi. Ini adalah energi peradaban. Dari ruang-ruang akademik seperti inilah lahir gagasan besar, sinergi yang kuat, dan keberanian untuk membangun masa depan bersama. UMI meyakini bahwa kolaborasi adalah kekuatan utama perguruan tinggi Islam untuk tetap relevan, adaptif, dan memberikan dampak nyata bagi bangsa dan kemanusiaan,” tegasnya.

Dalam paparannya, Rektor UMI menjelaskan bahwa saat ini UMI membina 13 fakultas, 1 Program Pascasarjana, dan 67 program studi, dengan lebih dari 50% terakreditasi Unggul dan A, serta mayoritas lainnya Baik Sekali.

UMI juga menegaskan posisinya sebagai Perguruan tinggi swasta terakreditasi Unggul pertama di luar Pulau Jawa, PTS dengan jumlah Guru Besar terbanyak di Indonesia (117 Guru Besar), Kampus yang mengintegrasikan Catur Dharma Perguruan Tinggi: Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, serta Komitmen Ke-UMI-an dan Pendidikan Karakter

Yayasan Wakaf UMI: Inklusivitas Adalah Kekuatan, Bukan Sekadar Nilai

Ketua Pengurus Yayasan Wakaf UMI, Prof. Dr. Hj. Masrurah Mochtar, M.A., menegaskan bahwa keunggulan UMI tidak hanya terletak pada capaian akademik, tetapi juga pada karakter inklusif yang menjadi ruh institusi.

“UMI adalah kampus Islam yang merangkul, bukan membatasi. Kami tidak hanya membangun kecerdasan, tetapi juga membangun kemanusiaan. Di UMI, keberagaman bukan sekadar diterima, tetapi dirawat sebagai kekuatan untuk tumbuh bersama,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa latar historis UMI yang kuat dalam tradisi keislaman justru menjadi fondasi untuk menghadirkan kampus yang terbuka, moderat, dan relevan dengan tantangan global.

Penguatan Ekosistem: Dari Kampus Menuju Dampak Nyata

Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI, Prof. Dr. H. Mansyur Ramli, S.E., M.Si., menyoroti pentingnya penguatan ekosistem pendidikan melalui integrasi akademik dan unit usaha strategis.

Yayasan Wakaf UMI saat ini aktif mengembangkan berbagai kerja sama, antara lain Pengembangan perumahan bersubsidi bersama mitra perbankan, Distribusi dan pemasaran pupuk serta pengolahan limbah industri, Penguatan SDM dan manajemen pertambangan, Pembinaan pendidikan berbasis sekolah dan pesantren dan Kerja sama internasional dengan USIM Malaysia dan institusi di Inggris

Langkah ini menegaskan bahwa UMI tidak hanya membangun kampus, tetapi membangun ekosistem yang berdampak luas bagi masyarakat.

UNWAHAS: UMI Adalah Mitra, Inspirasi, dan Bagian dari Sejarah Kami

Rektor UNWAHAS, Prof. Dr. Ir. H. Helmy Purwanto, S.T., M.T., IPM., menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen UNWAHAS untuk terus belajar dan berkembang.

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan UNWAHAS, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., menegaskan hubungan emosional dan historis yang kuat antara kedua institusi.

“Kami memandang UMI bukan hanya sebagai mitra, tetapi sebagai inspirasi dan bagian dari perjalanan kami. Perkembangan UNWAHAS hari ini tidak lepas dari kontribusi dan bimbingan tokoh-tokoh UMI. Ini adalah hubungan keilmuan, sejarah, dan nilai,” ungkapnya.

Menuju Kolaborasi Strategis yang Lebih Luas dan Berdampak

Pertemuan ini membuka berbagai peluang kerja sama ke depan, di antaranya:

  • Pengembangan rumah sakit pendidikan
  • Pembukaan program spesialis kedokteran
  • Penguatan bidang teknik pertambangan
  • Kolaborasi unit usaha dan tata kelola kelembagaan

Kegiatan diakhiri dengan penyerahan cendera mata dan sesi foto bersama sebagai simbol penguatan silaturahim, sinergi, dan komitmen bersama.

UMI: Tidak Sekadar Tumbuh, Tetapi Berdampak

Pertemuan ini kembali menegaskan satu pesan besar, UMI tidak hanya membangun institusi, tetapi membangun jejaring peradaban…

UMI tidak hanya bertumbuh, tetapi bertumbuh dengan arah, makna dan tanggung jawab. UMI Kampus Ilmu dan Ibadah, Kampus Perjuangan dan Pengabdian, Kampus Bereputasi dan Berdampak. (*)

Resmi meraih Akreditasi UNGGUL – Program Studi Teknik Informatika – Fakultas Ilmu Komputer UMI

  Alhamdulillah. Universitas Muslim Indonesia kembali menorehkan prestasi membanggakan. Program Studi Teknik Informatika – Fakultas Ilmu Komputer UMI resmi meraih Akreditasi UNGGUL. Ini bukan sekadar capaian… ini adalah bukti kualitas, komitmen, dan kesiapan UMI dalam melahirkan talenta digital yang adaptif, kompeten, dan berdaya saing global. Terima kasih kepada seluruh sivitas akademika dan alumni atas dedikasi […]

Pascasarjana UMI Resmi Meluncurkan Program Doktor Ilmu Akuntansi: Penguatan Kapasitas Riset dan Profesional Akuntansi Nasional

Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menegaskan komitmennya dalam pengembangan pendidikan tinggi berbasis riset melalui peluncuran Program Doktor Ilmu Akuntansi Pascasarjana UMI. Program ini diperkenalkan secara resmi pada Selasa, 18 November 2025, bertempat di Phinisi Ballroom, Hotel Claro Makassar.

Launching program doktor tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian kegiatan akademik UMI yang juga dirangkaikan dengan Peresmian The Tax Law Center UMI dan Seminar Nasional Hukum Pajak.

Langkah Strategis Memperkuat SDM Akuntansi dan Riset Nasional

Direktur Pascasarjana UMI, Prof. Laode Husain, menyampaikan bahwa peluncuran Program Doktor Ilmu Akuntansi merupakan tonggak penting dalam upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia di bidang akuntansi, baik untuk kebutuhan akademik maupun praktisi.

“Program doktor ini dirancang untuk menjembatani kebutuhan antara teori dan praktik dalam konteks situasi terkini. Pascasarjana UMI ingin melahirkan ilmuwan dan profesional akuntansi yang memiliki kemampuan riset mendalam, kritis, dan relevan dengan dinamika ekonomi modern,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran Program Doktor Ilmu Akuntansi juga menjadi langkah strategis dalam mendukung visi UMI menuju universitas berkelas dunia yang berkarakter Islam, melalui penguatan penelitian terapan dan kolaboratif.

Program Doktor yang Berorientasi Multidisiplin dan Responsif terhadap Tantangan Kebijakan Publik

Prof. Laode menilai bahwa tantangan di bidang akuntansi dan perpajakan saat ini semakin kompleks. Karena itu, pendidikan doktoral harus mampu membekali mahasiswa dengan perspektif multidisiplin.

“Riset akuntansi tidak dapat berdiri sendiri. Keterhubungan dengan kebijakan publik, tata kelola, hukum, ekonomi, serta perilaku organisasi sangat menentukan kualitas rekomendasi penelitian,” jelasnya.

Model pembelajaran di program ini akan menekankan pada penguatan metodologi riset, analisis kritis, dan kemampuan menghasilkan solusi berbasis bukti (evidence-based). Tujuannya, lulusan tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki kontribusi nyata terhadap praktik profesional dan pengembangan kebijakan.

Sinergi dengan The Tax Law Center UMI

Peluncuran Program Doktor Ilmu Akuntansi semakin relevan dengan peresmian The Tax Law Center UMI, yang berada di bawah Pascasarjana UMI. Kehadiran pusat kajian ini diyakini dapat menjadi laboratorium riset bagi mahasiswa doktoral.

Pusat kajian tersebut akan menyediakan data, ruang diskusi, dan kolaborasi dengan regulator, praktisi, serta pemangku kepentingan lainnya.

“Ini menjadi ekosistem riset yang lengkap. Mahasiswa doktoral memiliki kesempatan besar untuk terlibat dalam penelitian aktual, khususnya dalam isu-isu kebijakan pajak, tata kelola, dan regulasi ekonomi,” tambah Prof. Laode.

Dihadiri Tokoh Nasional di Bidang Akuntansi dan Perpajakan

Peluncuran Program Doktor Ilmu Akuntansi turut diapresiasi oleh para tokoh nasional yang hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya:

Prof. Gunadih, MSJ, CA, CBA, Ketua Eksekutor Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia

Dr. Suherman Saleh, MSJ, Agr., CA, Ketua Asosiasi Konsultan Pajak Publik Indonesia (AKP2)

Kehadiran para pakar tersebut menjadi simbol bahwa UMI telah memasuki jejaring akademik dan profesi yang lebih luas dalam pengembangan ilmu akuntansi dan perpajakan.

Komitmen UMI dalam Mencetak Doktor Akuntansi yang Kompeten dan Berintegritas

Dengan diluncurkannya Program Doktor Ilmu Akuntansi, Pascasarjana UMI menargetkan terbentuknya generasi ilmuwan akuntansi yang:

  • Memiliki dasar metodologi riset yang kuat
  • Mampu melakukan analisis kritis terhadap praktik akuntansi dan perpajakan
  • Mampu memberikan rekomendasi strategis pada sektor publik dan privat
  • Merintegritas dan menjunjung tinggi etika profesi

Program ini sekaligus mempertegas posisi UMI sebagai perguruan tinggi yang terus bertransformasi dan memperkaya ekosistem keilmuan di Indonesia Timur dan nasional.

The Tax Law Center UMI Diproyeksikan jadi Rujukan Nasional

Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menunjukkan komitmennya sebagai perguruan tinggi pelopor dalam penguatan literasi dan kesadaran perpajakan di Indonesia. Langkah strategis ini diwujudkan melalui peresmian The Tax Law Center UMI, sebuah pusat kajian hukum pajak yang diproyeksikan menjadi rujukan nasional.

Peluncuran Tax Law Center UMI berlangsung di Hotel Claro, Jalan AP Pettarani, Makassar, Selasa (18/11/2025), bersamaan dengan pelantikan pengurus dan peresmian kantor pusat kajian yang berlokasi di Kampus Pascasarjana UMI, Jalan Urip Sumoharjo.

Momentum ini menjadi bukti keseriusan UMI dalam menghadirkan inovasi akademik yang berdampak langsung pada dunia kebijakan dan praktik perpajakan nasional.

Kegiatan tersebut turut dirangkaikan dengan Seminar Nasional Hukum Pajak yang mengusung tema ‘Transformasi Kesadaran Pajak melalui Pusat Kajian Hukum Pajak: Kontribusi Akademisi untuk Praktik Perpajakan yang Berkeadilan’.

Selain itu, UMI juga secara resmi me-launching Program Doktor Ilmu Akuntansi Pascasarjana UMI, yang siap mendukung riset-riset perpajakan tingkat lanjut.

Direktur Eksekutif The Tax Law Center UMI sekaligus Ketua Panitia, Azwar Amiruddin, menegaskan bahwa kehadiran pusat kajian ini merupakan bentuk kontribusi konkret UMI dalam memperkuat budaya ilmiah di bidang perpajakan.

“Ini kontribusi akademisi untuk praktik perpajakan yang berkeadilan. Transformasi kesadaran pajak tidak hanya menjadi tema, tetapi benar-benar diimplementasikan melalui tri darma perguruan tinggi,” tegas Azwar.